Selasa, 03 November 2009

Sepak Terjang Iblis dan Setan

Iblis atau bahasa Inggrisnya : Satan.

Iblis bukan mahluk yang maha kuasa seperti Allah. Dia bukan mahluk yang ada dari kekal sampai kekal. Iblis merupakan mahluk roh, yang asalnya juga merupakan ciptaan Allah. Arti kata Iblis ialah “Pemisah” (Diabolos)

Sebelum dunia ada, sebelum Iblis ada, sebelum Lucifer ada, sebelum malaikat ada, sebelum segala sesuatu ada, yang ada hanyalah ALLAH yang Maha Kuasa. ALLAH tidak diciptakan dan tidak diperanakkan. ALLAH ada dari kekal sampai kekal.

Beberapa pengajar meyakini, peristiwa Kej 3 dalam taman Eden, Iblis mewujudkan dirinya –atau memasuki- binatang melata yang disebut Ular. Kemudian Dia membujuk Hawa, dan selanjutnya Hawa belajar membujuk Adam dari Ular tersebut. Kalau mendasarkan pada perbuatan Ular si tukang tipu, maka jelas tabiat tersebut adalah tabiat si Iblis, yaitu pendusta, pembohong. Yoh 8:44. Inilah sepak terang pertama Iblis di dunia. Adam dan Hawa, manusia pertama yang hidup dekat dalam hadirat ALLAH, bisa termakan rayuan ular.

Tetapi mengenai nama Iblis sendiri, ia baru disebutkan pertama kali dalam 1 Taw 21:1. Ketika itu Iblis bangkit melawan orang Israel, dan membujuk Daud untuk menghitung pasukannya. Ketika Daud terbujuk dan mengikuti Iblis, akibatnya dahsyat, ALLAH sendiri menghukum Israel dan sebanyak tujuh puluh lima ribu orang Israel dibinasakan penyakit sampar. Orang dengan rohani sekaliber Daud bisa dibujuk oleh Iblis.

Selanjutnya Iblis ganti menggarap Ayub. Orang saleh yang tidak salah apa-apa, sampai babak belur menghadapi Iblis, dan hampir saja Ayub berdosa menyalahkan ALLAH. Untunglah hal itu tidak terjadi, memang Tuhan mengijinkan pencobaan, tetapi pencobaan tidak akan melebihi kekuatan 1 Kor 10:13. Tentu saja, Iblis memperoleh ijin lebih dahulu dari ALLAH untuk dapat mengganggu dan mencelakai Ayub. Iblis tidak akan berani bertindak melebihi dari apa yang diijinkan ALLAH. Iblis tidak diberi hak untuk mencabut hidup Ayub. Makanya, Iblis itu tidak bisa langsung membunuh secara jasmani, kecuali memakai perpanjangan tangan manusia lainnya, itupun tetap harus melalui ijin ALLAH, karena yang menentukan hidup mati seseorang adalah ALLAH sendiri.

Rupanya Iblis setelah mendapat ijin ALLAH, bisa menimpakan penyakit kepada seseorang. Buktinya jelas, Ayub diserang Iblis dalam bentuk barah yang busuk. Ayub sangat tersiksa. Tetapi jangan kuatir, ALLAH tidak ngawur dalam memberi ijin, Dia sudah mengukur dan mengetahui kekuatan seseorang. Tetapi, Iblis sangat jahat, ia mau semua orang tersiksa. Tidak pernah Iblis menghendaki kebaikan untuk seseorang. Jadi, jangan pernah percaya dan berharap pada advertensi Iblis dan antek-anteknya.

Selanjutnya dalam Zak 3:1, Iblis menunjukkan jabatannya dalam sistem pengadilan roh, ia bertindak sebagai jaksa penuntut. Ia mencatat semua perbuatan jahat yang dilakukan manusia, dan menuduhnya terus menerus, makanya ia disebut sebagai penuduh. Bahkan tidak tanggung-tanggung, hal itu ia lakukan terhadap Imam Besar Yosua. Iblis berani menuduh Imam Besar Yosua, menunjukkan bahwa Iblis mempunyai hak untuk itu. Yosua hidup dalam perjanjian lama, sebelum Tuhan Yesus mati disalibkan untuk menebus lunas umat Tuhan. Makanya Yosua masih berpakaian kotor, dan disebut sebagai “puntung yang baru ditarik dari api”. Malaikat TUHAN menjalankan tugasnya sebagai pembela, tetapi ia tidak dapat menghardik Iblis. Jelas malaikat Tuhan ini setara dengan Iblis. Iblis dan malaikat Tuhan bukanlah Tuhan, bukan juga ALLAH yang Maha Mengadili. Juga perhatikan peristiwa ketika Mikhail berseteru dengan Iblis memperebutkan mayat Musa Yud 1:9. Iblis juga menjadi penuntut, bahkan terhadap Simon Petrus Luk 22:31, Rasul Yesus Kristus yang sangat berani.

Hati-hati, Iblis itu penipu. Iblis itu penuduh. Sekalipun dosa kita sudah diampuni dan dihapuskan oleh darah Yesus, tetapi Iblis tetap berupaya melemahkan iman dan kepercayaan kita. Kalau ada tuduhan, kita bisa memeriksa diri kita dengan pertolongan Roh Kudus, dan jikalau hati kita tidak menyalahkan kita, kita akan dipimpin sejahtera dan tuduhan itu akan hilang. 1 Yoh 3:21

Selanjutnya, Iblis melangkah lebih gila lagi. Tuhan Yesus sendiri dicobai oleh Iblis! Mat 4, Mar 1:13, Luk 4. Bayangkan dua kekuatan besar sedang berhadap-hadapan. Sekalipun Iblis tahu ia bakal kalah. Sekalipun Iblis tahu Yesus pasti menang. Tetapi Iblis tidak menyerah, ia tetap coba-coba. Pertama-tama ia melihat sisi kelemahan manusiawi Tuhan Yesus yang sedang lapar. Iblis menyerang dari sana. Iblis menggodaNya dengan memintaNya untuk mengubah batu menjadi roti. Kedua, Iblis menantang Tuhan Yesus untuk menunjukkan kekuasaanNya dengan menjaatuhkan diriNya dari atas, supaya ditopang oleh para malaikat. Ketiga, Iblis menawarkan seluruh isi dunia asalkan Yesus mau menyembahnya. Yang ketiga ini konyol. Bukankah ALLAH yang memiliki isi dunia, dan bukan Iblis. Tetapi memang ini hobby-nya Iblis, ia suka menawarkan sesuatu yang kosong, suka membual. Tuhan Yesus tidak tergiur. Ia melawan semua bujukan Iblis dengan Firman. Dan Yesus menang, Iblis meninggalkan Dia.

Selanjutnya Tuhan Yesus sendiri membongkar kegiatan terselubung Iblis dalam Mat 13, Mar 4, Luk 8. Iblis suka menaburkan ilalang, supaya Firman yang ditaburkan di hati manusia mati terdesak oleh ilalang itu. Iblis juga mengambil benih Firman yang ditaburkan. Ia memang Pencuri. Kalau Firman sedang ditaburkan, terima dengan baik, sediakan hati kita untuk Firman itu dapat bertumbuh, jangan mau dicuri Iblis, jangan mau ditaburi ilalang oleh Iblis. Inilah pekerjaan Iblis.

Iblis juga menyusup melalui sesuatu yang “seakan-akan baik”, filsafat dan pemahaman yang kelihatannya baik, tetapi sesungguhnya jahat dan tidak sesuai dengan kehendak Allah. Misalnya ketika Iblis memakai Petrus untuk menjadi “orang baik” dalam Mat 16:21-23. Banyak filsafat manusia dan filosofi duniawi yang sepertinya baik, tetapi ternyata menyimpang dari Firman Tuhan. Banyak jalan yang disangka lurus, tetapi jalannya menuju maut Ams 14:2. Anak-anak Iblis bekerjasama dengan bapanya, melancarkan tipu muslihat, kejahatan, musuh kebenaran, dan membelokkan jalan Tuhan yang lurus. Kis 13:10. Yang dimaksud anak-anak Iblis adalah 1 Yoh 3:10. Iblis juga menjadikan “batu sandungan” melalui orang-orang Kristen, bahkan melalui “Petrus” supaya orang tersandung Mat 16:23.

Selanjutnya untuk menunaikan misinya dalam membunuh Yesus, yang disangkanya semua rencana ALLAH akan berakhir manakala Yesus mati, maka Iblis masuk ke dalam Yudas Iskariot, salah satu murid Yesus Luk 22:3 Yoh 13:27. Ini juga menunjukkan bahwa Iblis tidak maha tahu, ia tidak mengetahui rencana ALLAH. Hati dan pikiran Yudas Iskariot dikuasai oleh Iblis, tetapi sama sekali tidak menunjukkan gejala-gejala kerasukan, sekalipun ia dirasuki. Iblis hanya bertahta di hati dan pikiran Yudas Iskariot, tidak bermanifestasi apapun. Justru orang-orang yang seperti inilah yang menjadi sangat berbahaya. Ia bisa menjadi Antikris, ia bisa menjadi pembunuh berhawa dingin yang tidak disangka-sangka, musuh dalam selimut. Yudas Iskariot sendiri disebut sebagai “Iblis” oleh Tuhan Yesus. Yoh 6:70

Selain menguasai Yudas Iskariot, Iblis juga menguasai Ananias sehingga mereka mendustai Roh Kudus Kis 5:3 yang selanjutnya juga menyeret Safira, istri Ananias. Kisah ini berkebalikan dengan kisah Adam dan Hawa di mana istri menyeret suami, di sini suami menyeret istri. Jadi jelas, kalau ada pertanyaan “seandainya waktu itu manusia laki-laki yang dicobai, bukan yang perempuan yang mudah termakan emosinya, apakah ia akan berdosa?”, kini kita sudah bisa menjawabnya. Hukumannya sama : kematian. Kalau Adam dan Hawa mendapatkan kematian seketika secara rohani (lama kemudian baru meninggal secara jasmani), Ananias dan Safira memperoleh kematian jasmani dan juga rohani seketika. Akibat dari pekerjaan Iblis ialah hukuman dan kematian. Iblis membawa dan menggiring manusia untuk berdosa dan melawan ALLAH, dan upah dosa ialah maut. Rom 6:23 Untuk menghadapi Iblis kita harus memakai segenap senjata Allah. Ef 6:11 dan jangan memberi kesempatan kepada Iblis Ef 4:21

Yesus tidak mengusir Iblis yang masuk dalam Yudas Iskariot. Petrus tidak mengusir Iblis yang masuk dalam Ananias. Iblis yang sudah bertahta di dalam hati dan jiwa seseorang itu berarti orang tersebut sendiri yang memilih dan menerima Iblis, kelihatannya kejadian seperti ini Iblisnya tidak diusir. Tetapi ketika dalam Mat 12:22-29 Yesus mengusir Setan keluar dari orang buta dan bisu, dan saat itu orang-orang mengatakan bahwa Yesus mengusir setan memakai kuasa Beelzebul (Penghulu setan = Iblis). Tuhan mengatakan, Iblis tidak mengusir Iblis. Jadi, tidak ada ceritanya kalau kuasa kegelapan bisa diusir dengan kuasa kegelapan, kecuali itu merupakan sandiwaranya Setan. Penguhulu setan tidak mungkin mengusir setan. Jangan tertipu dan dipermainkan Iblis.

Untuk keselamatan jiwa seseorang, kita bisa menyerahkan dia di dalam nama Tuhan Yesus kepada Iblis. Tubuhnya binasa tetapi yang penting rohnya selamat. Karena tubuh ini akan binasa, tetapi roh itu kekal. 1 Kor 5:5 Contohnya Himeneus dan Aleksander 1 Tim 1:20. Saya sendiri kurang memahami hal ini (bagaimana seseorang bisa diserahkan di dalam nama Yesus tetapi kepada Iblis, tetapi inilah yang dituliskan Alkitab.

Iblis suka menggoda 1 Kor 7:5, makanya kita harus saling menguatkan dari godaan Iblis, dan ia mencari keuntungan atas kita 2 Kor 2:11, bukannya memberi keuntungan. Makanya kita harus bejaga-jaga dan waspada akan godaan Iblis supaya Iblis tidak memperoleh keuntungan apa-apa dari kita. Iblis banyak masuk dalam persahabatan yang terselubung, bukan dalam rupa-rupa yang mengerikan seperti dalam film-film horor. Film-film itu hanya imajinasi dari otak dan ketakutan manusia, yang terpengaruh pada situasi kondisi setempat, kebudayaan maupun urban legend yang beredar. Itulah makanya kok di Indonesia setannya berupa pocong dan kuntilanak, di Inggris berupa werewolf, di China berupa vampir yang melompat-lompat, di Eropa ada Drakula, di Mesir ada mumi, di Jepang ada Sadako, dan lain sebagainya. Iblis -dan setan- bisa saja meniru menyerupai hantu-hantu tersebut, tetapi apa tidak rugi bagi mereka. paling-paling mereka melakukan itu untuk kesenangan mereka? Tapi kalau mereka ketemu sama orang beriman, maka mereka akan diusir di dalam Nama Yesus, bisa babak belur mereka. Iblis atau setan tidak mempan diusir dengan garam, mereka bukan bekicot. Kalaupun ada penampakan atau ketakutan, usir saja di dalam nama Yesus, bahkan Iblispun dikalahkan.

Iblis juga bisa memerintah, mengutus seseorang untuk mengganggu kita, seperti ketika Paulus harus memperoleh duri dalam daging 2 Kor 12:7. Tetapi itu semua atas ijin Tuhan, bahkan itu membuat Paulus menang atas kesombongan. Iblis juga bisa membuat perbuatan ajaib dan mujizat palsu 2 Tes 2:9. Iblis menjerat 1 Tim 3:7, mencegah orang untuk menguatkan orang lain 1 Tes 2:18, dan menghukum (menyiksa) orang yang sombong 1 Tim 3:6. Iblis berjalan keliling seperti singa yang mengaum-aum dan hendak menelan orang yang dapat ditelannya 1 Pet 5:8.
Iblis mempunyai tahta kerajaannya sendiri Wah 2:13 Wah 3:9, dan mempunyai umat Wah 2:9. Pekerjaan Iblis –atau disebut juga Ular Tua- pada pokoknya adalah menyesatkan seluruh dunia Wah 12:9 terutama di akhir zaman. Bahkan Iblis menyamar menjadi malaikat terang 2 Kor 11:14.

Sebegitu berkuasanyakah si Iblis? Tidak. Ia sejak semula adalah musuh yang sudah pasti dikalahkan. Kepala ular itu akan diremukkan Kej 3:15 sekalipun ia masih bisa menggoda, menyeret manusia ke dalam dosa. Selanjutnya dalam peristiwa pencobaan di padang gurun, jelas kita melihat superioritas Putra Manusia atas Iblis. Di Akhir Zaman nanti semakin jelas dan sudah dinubuatkan bahwa Ular Tua akan dibinasakan dan dibuang dalam lautan api kekal Wah 20:10 setelah sebelumnya diikat tanpa daya dan bumi menikmati Kerajaan Damai selama 1000 tahun Wah 20:7. Berbagai upaya dilakukan Iblis untuk memperkuat dirinya, bersiap dalam beberapa kali pertempuran melawan ALLAH dan orang suciNya, tetapi mereka tidak akan pernah sanggup. Jika ALLAH dipihak kita, siapakah lawan kita? Rom 8:31

Setan.

Di dalam Perjanjian Lama belum dipergunakan kata Setan (Devil). Yang ada ialah Iblis atau Ular, dan roh jahat. Ketika Lucifer jatuh dalam dosa kesombongan, Yes 14:12-15, ia menyeret 1/3 malaikat lainnya Wah 12:4a dan inilah yang akhirnya menjadi roh-roh jahat (setan-setan).

Nama Lucifer tidak diketemukan di Alkitab bahasa Indonesia, tetapi diketemukan di AV dan sejenisnya. Yes 14:12. Bahasa Indonesia memakai kata Bintang Timur Putera Fajar. Bahasa Ibraninya ialah Hey-lel (=morning star). Lucifer adalah malaikat ALLAH, yang memuji dan menyembah ALLAH Yes 14:11. Tetapi kemudian ia ingin menjadi setara dengan ALLAH, dan kesombongannya menjadikan dia terjatuh. Karena ia sudah melihat kemuliaan ALLAH sebagai mahluk roh yang begitu ada (diciptakan) maka keberadaannya ialah kekal, maka ia tidak memiliki kesempatan untuk bertobat. Berbeda dengan manusia yang fana, ALLAH adil. Selanjutnya ia dibuang ke bawah Wah 12:9. Kebanyakan sarjana Alkitab berpendapat setelah Lucifer jatuh, ia disebut sebagai dan berubah menjadi Iblis. Banyak yang setuju bahwa kemungkinan kejatuhannya ialah pada saat penciptaan : sesaat setelah penciptaan surga dan bumi, sebelum penciptaan hari pertama, di antara Kej 1:1 dan 1:2b, di mana tiba-tiba muncul unsur kegelapan.

ALLAH tidak menciptakan Iblis yang jahat. ALLAH tidak menciptakan setan yang jelek. Karena semua ciptaan ALLAH itu baik adanya. Beberapa penafsir mengatakan Yeh 28:11-19 menceritakan tentang Raja Tirus yang menggambarkan Lucifer. Di awalnya ia baik. Tetapi kemudian jatuh ke dalam dosa. Tetapi saya belum menemukan ayat yang pasti yang dapat menunjukkan bahwa Lucifer inilah yang kemudian menjadi Iblis. Bahkan beberapa orang menafsirkan bahwa Lucifer adalah berbeda dengan Iblis. Sekalipun mempunyai kesamaan, tetapi Iblis bukanlah Lucifer. Lucifer ialah malaikat yang diciptakan ALLAH seperti malaikat-malaikat lain yang melayani ALLAH (Maz 104:1-4). Malaikat (angelos) sendiri ada beberapa jenis : Kerub, Serafim, Penghulu Malaikat, mungkin sekali juga terdapat mahluk roh lain. Iblis adalah mahluk roh (kemungkinan juga atau sejenis malaikat) dan ia bukan Lucifer, karena begitu Iblis “ada”, seketika itu pula ia berdosa (dari mulanya). Iblis berbuat dosa dari mulanya 1 Yoh 3:8. Inilah yang membedakan Iblis dengan Lucifer. Seketika Iblis ada, seketika itu pula ia berbuat dosa, dalam konteks melawan sang Pencipta (padahal ia diciptakan baik-baik saja, semua ciptaan ALLAH baik), sedangkan Lucifer baru berdosa pada pertengahan, sesudah ia menjadi malaikat di Sorga. Juga Iblis adalah pembunuh sejak mulanya Yoh 8:44. Apakah Lucifer juga pembunuh dari mulanya? Jadi ada Iblis (Beelzebul), dan ada Lucifer, keduanya yang berada pada pihak yang sama. Siapa yang lebih tinggi?

Perbedaan ini menurut saya bukan hal yang prinsip, dan tidak perlu diperdebatkan, secara pasti kita tahu bahwa Iblis, Lucifer, Setan adalah mahluk roh yang berupaya memisahkan kita dari Kasih ALLAH, dan kita sama sekali tidak mau berhubungan dengan mereka, merekalah “musuh” ALLAH. “Musuh” karena sebetulnya mereka bukan musuh yang sepadan bagi ALLAH.

Jumlah setan ada banyak. Mereka itu roh, tidak butuh tempat, tetapi mereka bisa berdiam di suatu tempat. Setan dapat tinggal di dalam manusia, juga di dalam babi. Bukan tidak mungkin mereka juga bisa tinggal di pohon yang dikeramatkan, pada patung berhala, dan lain sebagainya. Orang gila di Gadara dipakai sebagai tempat tinggal selegion setan Mar 5:9 yang kemudian pindah ke babi-babi. Maria Magdalena sendiri ditempati oleh tujuh roh jahat. Mar 16:9

Setan bisa merasuki orang dan orang itu menjadi sangat berbahaya, bisa memberi kekuatan luar biasa Kis 19:16 bahkan mematahkan belenggu rantai Luk 8:29, bisa menjadikan orang gila Luk 8:35, tetapi setan-setan tidak berdaya menghadapi Yesus. Mat 8:28-29. Inilah manifestasi orang yang dirasuk setan. Kadang berteriak-teriak, melolong-lolong, dan sebagainya. Ada juga yang berpura-pura saja. Kadang ada jenis setan yang hanya dapat diusir dengan doa dan puasa. Mat 17:21. Setan bisa disuruh diam dan tidak berkata-kata Mar 1:34.

Setan dapat menyebabkan orang menjadi bisu dan buta Mat 9:33 Mat 12:22, dan ketika setan diusir maka penyakitnya sembuh. Setan bisa saja memberikan penyakit yang aneh-aneh lainnya, tetapi tidak semua penyakit merupakan pekerjaan Setan atau Iblis.

Tetapi Alkitab tidak pernah mengajarkan untuk melakukan pengusiran setan di seluruh kota atau berkeliling. Sekalipun hal itu tidak dilarang, tetapi saya tidak melihat adanya perintah untuk melakukan demikian.

Setan menaruh perasaan iri, egois, sombong, dusta, pada diri manusia. Yak 3:14. Setan juga melakukan perbuatan ajaib. Wah 16:14. Rupanya mereka juga terkoordinir, Mat 12:45.

Setan sebagai roh jahat juga sudah mengembara pada jaman perjanjian lama. Sejak Ul 32:17 sudah ada persembahan kepada roh jahat, kemudian di jaman Saul menjadi raja juga diganggu oleh roh jahat 1 Sam 16:14, dan banyak lagi praktek pengorbanan kepada roh jahat. Tentu saja tidak ketinggalan tipuan setan melalui kepercayaan akan dewa-dewi di pelbagai bangsa dan kebudayaan sebagaimana Alkitab ceritakan.

Ketika Saul menemui dukun di Endor, 1 Sam 28, dukun itu mengatakan bahwa ia melihat seorang tua berjubah, dan Saul tanpa memeriksa dan tanpa pikir panjang meyakini itulah arwah Samuel. Beberapa ahli mengatakan bahwa itu adalah setan yang menyerupai arwah Samuel. Atau si dukun itu berbohong, toh Saul tidak dapat melihat "Samuel". yang jelas, perbuatan itu sama sekali tidak diperkenan oleh Tuhan, sekalipun Saul tidak mengerti dan menganggapnya ia melakukan hal yang terbaik yang bisa ia lakukan, kembali pada Samuel. Hal ini merupakan spiritisme dan hukumannya ialah hukuman mati. Lagipula arwah orang yang meninggfal tidak mungkin bergentayangan atau dapat dipanggil, karena roh orang yang meninggal langsung masuk ke dunia orang mati. jelas ketika Yesus menceritakan tentang orang kaya dan Lazarus, orang kaya itu tidak dapat kembali ke dunia. Luk 16:19-31.

Setan pada akhirnya juga turut dihukumkan besama-sama dengan Iblis dan semua orang yang disesatkannya.
(JA)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar